UIN AMBON, — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Islam Neger A. M. Sangadji Ambon, Jumat, 16 Januari 2026.
Dalam kunjungannya itu, Menag menuntaskan sejumlah agenda di antaranya, Peresmian Alih Bentuk UIN Ambon dari Institut Agama Islam Negeri Ambon. Peresmian Gedung Pendidikan Terpadu, Kuliah Umum tentang Kurikulum Cinta dan Ekoteologi. Penanaman Anakan pohon cengkih hutan, serta Launching Program Digitalisasi Arsip Institut Agama Kristen Negeri Ambon, di kampus ekoteologi UIN Ambon.
Tiba di kampus, Menteri Agama, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, langsung meresmikan Peralihan Bentuk UIN Ambon, dengan menekan tombol sirine untuk membuka nama pada gerbang kampus. Sebelum menekan tombol sirine, Menteri Agama mendoakan kemajuan UIN Ambon.

Usai membuka gerbang kampus, Menteri Agama dan rombongan menuju Ruang Kerja Rektor.
Melalui ruang kerja rektor di Lantai 2 Gedung Rektorat UIN Ambon, Menteri Agama menyaksikan keindahan alam nan hijau, sebagai pemandangan ekoteologi melalui jendela kaca.
Sambil menunjuk ke luar jendela, Menteri meminta meminta rektor beserta sivitas UIN Ambon untuk selalu merawatnya.

Usai rehat sejenak di ruang kerja rektor, sambil menikmati indahnya alam bebukitan di kampus UIN Ambon, Menteri dan rombongan menuju gedung Auditorium.
Tiba di halaman gedung, Menteri dan rombongan disambut gembira oleh mahasiswa, para guru dan siswa madrasah, serta pegawai kementerian agama, yang sedari pagi telah menunggu kedatangan menteri di kampus hijau tersebut.
Sebelum memberikan Kuliah Umum dengan tema “Kurikulum Cinta dan Ekoteologi”, Profesor yang ramah senyum ini, menandatangani prasasti peresmian kampus UIN Ambon, Gedung Pendidikan Terpadu, serta, Launching Program Digitalisasi IAKN Ambon.
Kegiatan Menteri Agama di kampus dengan tagline “Cerdas, Berbudi, Berdampak”, ditutup dengan penanaman pohon lokal, yakni cengkih hutan, dan pohon damar.
Penghijauan dilakukan oleh Menteri Agama, Gubernur Maluku, Kapolda Maluku, rombongan pejabat, mahasiswa serta siswa madrasah, sebagai manifestasi program ekoteologi di Maluku melalui kampus.

Sebelum bertandang ke UIN Ambon, Menteri dan rombongan mampir di Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, untuk melihat jejak peninggalan sejarah bangsa, kemudian balik lagi ke Ambon untuk menjadi Khatib pada salat Jumat, di Masjid Raya Alfatah Kota Ambon.
Nasaruddin Umar kepada wartawan usai penanaman anakan pohon di kampus, mengaku kagum dengan masyarakat di Kota Ambon.
Lebih kagumnya lagi, saat dirinya berada di Pulau Banda, sehingga dapat menyaksikan bangunan historikal yang masih kokoh.
Di antaranya, kediaman pengasingan Bung Hatta, Sutan Syahrir, serta Bung Cipto, dan tokoh bangsa lainnya.
Dikatakan, keindahan Pulau Banda, dengan historikalnya. Kota Ambon serta Maluku dengan toleransi kerukunan umat beragamanya, harus menjadi laboratorium kerukunan yang terindah di tanah air. Sehingga, Maluku sebagai negeri para raja ini, patut mendapat perhatian semua pihak.
Tentang Ekoteologi dan Kurikulum Cinta, Menteri mengatakan, manusia tidak mungkin menjadi seorang pemimpin yang sukses. Tidak bisa menjadi hamba yang taat, tanpa didukung oleh alam yang sehat. Semakin sehat alam semesta, maka semakin sehat manusianya.
Semakin sakit alam semesta, semakin lemah manusia. Itulah sebabnya, ekoteologi sangat penting untuk menjaga keseimbangan kehidupan di muka bumi. Bagi Menteri, baik manusia maupun alam, semua memiliki hak masing-masing. Tinggal, bagaimana menghargainya. Saling menghargai itulah, yang akan membuat kehidupan di muka bumi menjadi lebih baik dan indah.

Rektor, Dr. Abidin Wakano, M.Ag, dan sivitas UIN Ambon serta masyarakat, menyambut gembira kedatangan Menteri Agama di daerah ini. Rasa bangga dan gembira atas kedatangan Menteri dan rombongan ini, mengingat di awal kepemimpinan Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, sebagai Menteri Agama Republik Indonesia, ini-lah, kampus ekoteologi ini, beralih bentuk dari Institut menjadi Universitas Negeri.
Sekaligus, melengkapi Provinsi kepulauan ini dengan dua universitas negeri, yakni UIN Ambon, dan Universitas Pattimura. (*)







