UINAMBON.AC.ID, JAKARTA – Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) secara resmi meluncurkan seleksi Ujian Masuk (UM-PTKIN) tahun 2026. Jalur ini ditegaskan bukan sekadar pintu masuk biasa, melainkan gerbang strategis bagi generasi muda untuk menjadi intelektual yang cerdas secara sains namun tetap memiliki jangkar moral yang kuat.
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa PTKIN kini telah bertransformasi menjadi institusi modern yang menghapus dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Melalui paradigma “Integrasi Ilmu”, mahasiswa didorong untuk memiliki daya saing global tanpa kehilangan identitas keislamannya.
“PTKIN bukan lagi sekadar ‘kampus agama’. Kami adalah pusat peradaban yang memadukan spiritualitas dengan keunggulan sains. Melalui UM-PTKIN 2026, kami membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung dalam ekosistem akademik yang inklusif dan inovatif,” ujar Prof. Aziz dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (13/5).
Kualitas pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama RI ini semakin diakui internasional. Hal ini dibuktikan dengan raihan peringkat dunia pada QS World University Rankings by Subject 2026. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menembus peringkat 29 dunia, disusul UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di peringkat 37 dunia untuk bidang Theology, Divinity, and Religious Studies dari UIN Salatiga yang lebih awal mendapat peringkat Q1.
Sekretaris Panitia Nasional, Prof. Dr. Wasilah Sahabuddin, ST., MT., menambahkan bahwa PTKIN kini sedang berlari menuju internasionalisasi. “Banyak kampus kami yang telah meraih akreditasi internasional seperti AUN-QA dan FIBAA, serta memiliki program double degree dengan universitas top di Eropa dan Australia,” jelasnya.
Seleksi UM-PTKIN 2026 mengusung sistem modern berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE). Sistem ini menjamin proses seleksi yang objektif, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan. Selain itu, panitia memastikan bahwa seluruh titik lokasi ujian di 58 PTKIN se-Indonesia dan 1 PTN telah didesain ramah difabel.

“Tugas kami adalah memastikan standar mutu terpenuhi dari hulu ke hilir. Kami ingin setiap anak bangsa, apa pun latar belakangnya, mendapatkan akses yang setara untuk meraih pendidikan tinggi berkualitas,” tutur Koordinator Penjamin Mutu, Prof. Zulfahmi Alwi, Ph.D.
Selain kualitas akademik, PTKIN juga dikenal dengan biaya pendidikan yang relatif terjangkau serta dukungan beasiswa yang masif, mulai dari KIP Kuliah hingga Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) hasil kolaborasi dengan berbagai pihak ketiga.
Bendahara Forum Pimpinan PTKN, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd., mengajak para orang tua untuk tidak ragu memilih PTKIN. “Di tengah badai disrupsi moral, PTKIN hadir sebagai ruang aman. Kami tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja di berbagai sektor seperti teknologi, kesehatan, dan ekonomi syariah, tetapi juga manusia yang memiliki adab dan karakter,” ungkapnya.
Jadwal Penting Pendaftaran
Pendaftaran UM-PTKIN 2026 diperuntukkan bagi lulusan MA/MAK/SMA/SMK/Pendidikan Diniyah Formal (PDF)/Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS)/Mu’adalah Muallimin/Mua’dalah Salafiyah/sederaja, tahun 2024, 2025, dan 2026. Berikut adalah rincian jadwal pelaksanaannya:
- Masa Pendaftaran: 13 April – 30 Mei 2026 (Pukul 15.00 WIB)
- Finalisasi Pendaftaran: Hingga 03 Juni 2026
- Pelaksanaan Ujian SSE: 08 Juni – 14 Juni 2026
- Pengumuman Hasil: 30 Juni 2026
- Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara mandiri dengan biaya Rp200.000 melalui laman, KLIK UM-PTKIN.AC.ID. (***)






