Rektor Lantik Ketua, Sek Prodi, serta Kapus di Lingkup UIN Ambon
UIN AMBON, — Setelah melantik para wakil rektor, direktur pascasarjana dan wakil direktur pascasarjana, para dekan dan wakil dekan, ketua dan sekretaris LPM, ketua dan sekretaris LP2M, Ketua dan Sekretaris SPI pekan lalu, kali ini Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon kembali melantik para Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta para kepala pusat di lingkup UIN Ambon. Pelantikan puluhan pejabat UIN Ambon ini berlangsung di Gedung Auditorium UIN Ambon, Jumat, 13 Maret 2026.
Mengawali sambutannya, Rektor UIN Ambon, Dr. Abidin Wakano, M.Ag menguraikan beberapa problem yang dihadapi terkait minimnya SDM dalam penetapan kepala pusat dan pejabat lainnya. Melihat keterbatasan ini, dirinya berkomitmen untuk memberikan izin kepada para dosen dan pegawai untuk mengikuti jenjang pendidikan dan karir, sehingga penguatan dan peningkatan SDM baik di bidang dosen maupun tenaga kependidikan di kampus dengan tagline “Cerdas, Berbudi dan Berdampak” tersebut tidak mengalami kekurangan SDM di masa mendatang.

Dikatakan, apabila ada pimpinan yang masih dipertahankan pada posisinya kembali, bukan tanpa sebab, karena adanya keterbatasan SDM dimaksud.
Diakui Rektor, membuat semua orang senang, tidak mungkin, tapi jajaran pimpinan tetap berusaha untuk menciptakan semua orang senang untuk kemajuan kampus UIN Ambon dengan izin dan dari ridho Allah Swt.
Ia berharap, setelah ditempatkannya struktur perangkat rektor ini, semua pihak dapat bekerja dengan sinergisitas yang tinggi, dalam semangat kolaboratif untuk membangun suasana akademik yang kolektif kolegial atau dalam istilahnya, suasana akademik yang tidak kaku.
“Kita harus murah senyum. Senyum sapa dan salam silaturahmi menjadi bagian dari habitus kehidupan kampus. Menjadi budaya atau karakter yang harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Kita adalah masyarakat akademik, bukan partai politik, dan bukan birokrat murni.”
Ia juga menjelaskan posisi rektor dalam jabatan eselon birokrasi, yang secara struktur sampai ke level perangkat rektor paling bawah, dalam hubungannya dengan tunjangan jabatan, fungsi dan tugasnya yang lebih melekat kepada bidang akademik, ilmuan, saintifik, pendidik, serta peneliti.





Ia mengingatkan seluruh perangkat rektor, bahwa mereka bukan birokrat murni, tapi pejabat perangkat rektor dengan tugas tambahan. Selanjutnya disesuaikan kesetaraan level eselonnya. Sehingga, dalam tugas dan fungsinya sebagai pejabat, mereka tidak boleh kehilangan nuansa sebagai seorang akademisi.
“Kita tidak boleh kehilangan nuansa sebagai seorang intelektual. Jangan ketika kita menjabat, lalu kita kehilangan aura akademiknya. Saya berharap, dosen yang menduduki jabatan ini, harus menjadi motor penggerak pembaharuan pemikiran di bidang keilmuannya.”
“Jangan karena jabatan yang diemban, lalu kita malas membaca dan malas meneliti sebagai seorang dosen. Kita lupa fungsi utama sebagai dosen,” tekan Rektor.
Rektor mengakiri sambutannya dengan mengajak sivitas UIN Ambon untuk terus membangun kampus dalam nuansa akademik, nuansa kehidupan kampus yang bersahaja, yang diwarnai penuh cinta kasih sayang. Membudayakan senyum, semangat kolegial serta budaya saling menyapa dari hati ke hati.
Ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pimpinan yang telah mengakhiri masa tugasnya dalam jabatan tambahan, semoga amal ibadahnya dibalas oleh Allah Swt. Sebagai pejabat baru, semoga amanah jabatan ini dapat dijalankan dengan penuh tanggungjawab dan penuh keikhlasan sebagai ibadah kepada Allah Swt, umat, bangsa dan negara. (***)
Report : Humas UIN Ambon






